Resiko Budidaya Lele dan Cara Mengatasi




Resiko Budidaya Lele dan Cara Mengatasi

A.                Resiko atau Hambatan




 Resiko yang sudah dipertimbangkan dalam memulai dan mengembangkan usaha ini adalah :

1. Faktor Internal

·      Hama penyakit yang ada ketika Budidaya berlangsung.

·      Kanibalisme

2. Faktor External

·      Maling ( Dari luar lingkungan dan dari dalam (Pekerja))

·      Kecemburuan Masyarakat

·      Banjir

 

A1.   Resiko dan penanggulangannya

1.      Banjir  menjadi  ancaman  besar  terhadap  segala  jenis  Penampungan dan Kolam Pemeliharaan  tidak  terkecuali  lele.  Untuk itu  sudah  jelas pastilah kami mencari lahan yang aman dari banjir.

 

2.      Hama seperti burung dan kodok menjadi penting untuk Segmen Produksi bibit di khawatirkan karena dapat menurunkan jumlah produksi Bibit. Hama seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung penting untuk segmen pembesaran. Untuk  itu  kami  menanggulanginya  dari  membuat  pagar  atau  pemasangan  waring disekeliling kolam hingga  mengadakan jebakan guna mengurangi jumlah kerugian yang dihasilkan karena kemungkinan terserang oleh hama ini.

 

budidaya lele sistem boster
bak fiber bulat untuk kolam boster

 

3.      Penyakit  juga  biasa  meyerang  perikanan.  Untuk  itu  kami  menganggap  penting  untuk  menganalisis kualitas  air  dan  kemungkinan  tumbuhnya  penyakit  dikarenakan  adanya  bibit2  penyakit,  juga persiapan kolam yang matang menjadi salah satu faktor penekanan terhadap penyerangan penyakit. Untuk itu kami menggunakan produk Boster infrofoxs-25 atau cara traditional yg pernah kami aplikasikan untuk meminimalisir penyakit. Berikut berbagai macam penyakit dalam budidaya serta penanggulangannya :

  • Penyakit bintik putih (white spot), penyebabnya adalah protozoa. Penyakit ini menyerang hampir semua jenis ikan air tawar. Pada ikan lele banyak menyerang benih. Bintik-bintik putih tumbuh pada permukaan kulit dan insang. Bila terkena ikan akan mengosok-gosokkan badannya ke dinding atau dasar kolam. Peyakit ikan lele ini dipicu oleh kualitas air yang buruk, suhu air terlalu dingin dan kepadatan tebar ikan yang tinggi. Untuk mencegah agar ikan tidak terkena white spot, pertahankan suhu air pada kisaran 28oC dan gunakan air yang baik kualitasnya. Pengobatan untuk jenis penyakit ikan lele ini antara lain dengan cara merendam ikan dalam larutan boster infrofoxs atau cairan formalin 25 cc per meter kubik selama 24 jam. Pada ikan lele yang sudah besar, penyakit ini juga bisa dihilangkan dengan memindahkan ikan ke kolam dengan suhu 28oC.
  • Penyakit gatal (Trichodiniasis) disebabkan oleh protozoa jenis Trichodina sp. Gejala penyakit ikan lele Trichodiniasis adalah ikan terlihat lemas, warna tubuh kusam dan sering menggosok-gosokan badannya ke dinding dan dasar kolam. Penyakit ikan lele ini menular karena kontak langsung dan juga lewat perantara air. Kepadatan ikan yang terlalu tinggi dan kekurangan oksigen disinyalir memicu perkembangannya. Penyakit ikan lele ini bisa dicegah dengan mengatur kepadatan tebar dan menjaga kualitas air. Penyakit ini bisa dihilangkan dengan merendam ikan dalam larutan Boster Infrofoxs-25, larutan garam atau formalin selama 12-24 jam.
  • bak fiberglass ukuran persegi panjang
    bak fiberglass ukuran persegi panjang
  • Serangan bakteri Aeromonas hydrophila. Penyakit ikan lele yang ditimbulkan bakter ini menyebabkan perut ikan menggembung berisi cairan getah bening, terjadi pembengkakan pada pangkal sirip dan luka-luka disekujur tubuh ikan. Faktor pemicu penyakit ikan lele ini adalah penumpukan sisa pakan yang membusuk di dasar kolam. Untuk mencegahnya, upayakan pemberian pakan yang lebih tepat dan pertahankan suhu air 28oC. Pengobatan yang paling umum pada ikan benih adalah pemberian antibiotik Infrofoxs-25. Caranya dengan mencampurkan Infrofoxs-25 dengan pakan, takarannya 50 mg per kg pakan. Berikan selama 3-5 hari. Apabila penyakit ikan lele ini menyerang kolam pembesaran, gantilah air kolam dua kali sehari. Pada saat penggantian air, tambahkan garam dapur dengan takaran 100-200 gram per meter kubik.
  • Penyakit Cotton wall disease, Bakteri ini menyerang organ dalam seperti insang. Gejala yang ditimbulkannya adalah terjadi luka atau lecet-lecet pada permukaan tubuh, ada lapisan putih atau bintik putih, gerakan renang lambat dan ikan banyak mengambang. Faktor pemicunya adalah pembusukan sisa pakan didasar kolam dan suhu air yang naik terlalu tinggi. Pencegahannya dengan mengontrol pemberian pakan dan mempertahankan suhu air pada 28oC. Utuk mengobati penyakit ikan lele adalah dengan memberikan boster infrofoxs-25 50 mg per kg pakan yang diberikan 3-5 hari.
  • Penyakit karena serangan Channel catfish virus (CCV). Virus ini tergolong kedalam virus herpes. Ikan yang terinfeksi tampak lemah, berenang berputar-putar, sering tegak vertikal di permukaan, dan pendarahan dibagian sirip dan perut. Faktor pemicu penyakit ikan lele ini adalah fluktuasi suhu air, penurunan kualitas air dan kepadatan tebar yang tinggi. Untuk mencegah serangan virus ini adalah dengan cara memperbaiki manajemen budidaya, menjaga kebersihan kolam dan pemberian pakan yang berkualitas. Pengobatan ikan yang telah terinfeksi jenis virus ini belum diketahui. Namun penyakit ikan lele ini bisa pulih dengan meningkatkan kebersihan kolam seperti mengganti air kolam hingga ikan terlihat pulih.

Selain penyakit ikan lele di atas, terdapat juga sejumlah penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi melainkan disebabkan oleh kondisi lingkungan, seperti keracunan dan lain sebagainya. Berikut beberapa penyakit non-infeksi yang penting diketahui dalam beternak lele:

  • Penyakit kuning (Jaundice), penyakit ini akibat dari kesalahan nutrisi pakan. Penyebabnya antara lain kualitas pakan yang buruk, seperti telah kadaluarsa atau pakan disimpan di tempat lembab sehingga pakan rusak. Beberapa keterangan mengatakan jaundice bisa disebabkan oleh pemberian jeroan atau ikan rucah secara kontinyu. Keterangan lain mengatakan seranganjaundice bisa datang apabila dalam air kolam banyak terdapat alga merah.
  • Pecah usus atau Reptured Intestine Syndrom (RIS). Penyakit ikan lele ini terlihat dari gejalanya yang khas yaitu pecahnya usus. Penyebabnya adalah pemberian pakan yang berlebihan. Ikan lele merupakan ikan yang rakus, berapapun pakan yang kita berikan akan disantapnya sehingga akan memecahkan usus bagian tengah atau belakang. Untuk menghindarinya, lakukan pengaturan pemberian pakan yang efektif. Kebutuhan pakan ikan lele per hari adalah 3-5% dari berat tubuhnya dan harus diberikan secara bertahap, pagi, sore atau malam hari.
  • Kekurangan vitamin, kasus kekurangan vitamin yang paling sering pada ikan lele adalah kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan tubuh ikan bengkok dan tulang kepala retak-retak. Karena itu kami memakai Boster Vitaliquid.
  • Penyakit keracunan, penyakit ini ditimbulkan karena faktor lingkungan seperti air yang tercemar pestisida, atau akibat kimia industri lainnya. Untuk menanggulanginnya, usahakan penggantian air kolam minimal sebanyak 20% setiap dua kali sehari.

4.  Maling  biasanya  menjadi  ulah  orang  dari  luar  lingkungan  usaha  dan   bisa  juga  orang  dari  dalam (Karyawan)  untuk  itu  kami  menanggulangi  dengan  pemasangan kamera CCTV  disekitar  lingkungan  Kolam dan untuk karyawan sering bermain pada Segmen Konsumsi dan Bibit, untuk itu kami mempunyai peraturan dan tata tertib yang tegas dan terorganisir untuk mencegah pelanggaran orang dalam.

5.  Kecemburuan  masyarakat  bisa  ditanggulangi  dengan  memberdayakan  masyarakat  sekitar  untuk bersama-sama  membudidayakan  Ikan  lele  yang  segala  macam  kebutuhannya  bisa  disediakan  oleh perusahaan dan membuat sistem plasma untuk masyarakat.

Peluang kerjasama bisnis agen pemasaran bak fiberglass di seluruh Indonesia


Kami DFP Bak Fiber, membuka peluang kerjasama bisnis bagi Anda yang ingin menjadi bagian dalam keluarga DFP Bak Fiber sebagai agen pemasaran di daerah-daerah. Dengan menggeliatnya sektor perikanan khususnya budidaya ikan air tawar, maka peluang pemasaran bak fiber sangat terbuka lebar di daerah-daerah. Hal ini juga dalam rangka pemerataan produksi ikan air tawar yang ada di berbagai tempat di Indonesia supaya merata.

Selain membidik konsumen dari pengusaha ikan air tawar, bak fiber juga dapat digunakan untuk berbagai keperluan industri lainnya seperti industri food processing, industri kimia, sampai dengan di dunia perdagangan di pasar-pasar. Bagi Anda yang sedang mencari peluang usaha untuk menjadi agen tunggal di daerah, bisa mencoba peruntungan dalam penjualan bak fiber. Berikut ini adalah contoh gambar dari bak fiberglass:

bak fiberglass ukuran persegi panjang
bak fiberglass ukuran persegi panjang

Pada gambar di atas adalah contoh dari bak fiber dengan ukuran panjang 3m x 1,5m x 1m. Bentuknya adalah persegi panjang. Bak persegi panjang tersebut bisa digunakan untuk berbagai mancam kebutuhan diantaranya adalah pemeliharaan atau budidaya ikan air tawar bagian pembesaran, sebagai tempat loading dock dari pengangkutan ikan , sebagai tempat tampungan sementara untuk ikan, dan masih banyak lagi. Sedangkan bagi bak fiber dengan bentuk bulat lebih banyak diperuntukkan untuk budidaya ikan air tawar. Berikut ini adalah penampakannya:

budidaya lele sistem boster
bak fiber bulat untuk kolam boster

Pada gambar bak fiber bulat di atas biasanya digunakan untuk para peternak lele dengan menggunakan sistem budidaya lele boster. Budidaya lele dengan menggunakan sistem boster ini cukup terkenal karena memberikan hasil panen yang lebih baik dibandingkan dengan sistem konvensional lainnya. Selain itu juga efisien dari segi biaya pakannya. Ternyata mengapa diperlukan bak bulat untuk pemeliharaan lele dengan sistem boster? Jawabannya adalah untuk mengurangi tingkat stress ikan karena berkumpul di sudut-sudut pojok. Dengan bentuk bulat tentunya ikan tidak akan merasakan tempat yang sempit yang ada ujungnya. Sehingga dia akan selalu berputar tanpa pernah sekalipun bertemu dengan sudut.

Kerjasama Agen Pemasaran

Kembali lagi kepada inti utama dari penawaran ini adalah menjalin kerjasama pemasaran di daerah-daerah untuk komoditas bak fiberglass. Adapun syarat dan ketentuannya adalah sebagai berikut:

  1. Minimum order quantity untuk dapat dikatakan sebagai agen. Hal ini bertujuan sebagai efisiensi biaya produksi dan juga pengiriman sampai di tempat. Semakin besar volume produksi barang, pastinya biaya produksi akan semakin murah dan efisien. Semakin banyak juga jumlah barang yang dikirim, pembagian atas biaya pengiriman barang juga akan semakin besar sehingga menimbulkan nilai biaya yang lebih kecil.
  2. Target pemasaran yang fleksibel. Dengan adanya kerjasama keagenan diharapkan para agen senantiasa untuk selalu memotivasi atas penjualannya demi kesinambungan produksi dan juga operasional usaha lainnya. Anda tidak perlu khawatir, pastinya ada reward and punishment yang dibuat untuk memotivasi penjual itu sendiri.
  3. Menjaga nama baik usaha bersama.
  4. Siap berinvestasi untuk stock barang.
bak fiber bulat diameter 2
bak fiber bulat diameter 2

Kerjasama pengadaan barang proyek

Selain dari kerjasama penjualan retail, model lainnya adalah masuk dalam proyek konstruksi. Kami juga sangat membuka peluang kerjasama bagi para rekan-rekan yang bergerak di bidang konstruksi. Anda dapat menjadi agen pemasaran kami untuk mensuplai pengadaan barang proyek di sebuah proyek konstruksi. Jangan sungkan untuk bertanya kepada kami mengenai apapun terkait dengan pengadaan barang proyek tersebut.

Informasi keagenan silakan hubungi:
DFP Bak Fiber
Kp. Pisangan RT08/04 no.13
Desa Satria Mekar
Tambun Utara
Bekasi – 17510
Tlpn. 021-29259585
Fax. 021-29259584
Hp. 08118408787 (call/wa)

 




Teknik Pembesaran Lele Sistem Boster

bak fiber bulat lele boster
bak fiber bulat lele boster

Bagi Anda yang ingin berbisnis pembesaran lele yang tidak memiliki lahan luas, tidak usah khawatir dan berputus asa. Saat ini Anda dapat mengaplikasikan budidaya lele sistem boster. Dengan lahan yang sempit, Anda dapat memperoleh hasil yang maksimal dengan sistem tebar padat lele boster.

Berikut ini merupakan ulasan mengenai teknik pembesaran lele sistem boster yang secara garis besar dirangkum dalam 4 hal berikut ini:

  1. Persiapan lahan
  2. Persiapan kolam
  3. Manajemen pakan
  4. Panen

Masa persiapan lahan

Tentunya lahan merupakan hal utama yang harus dipersiapkan apabila kita ingin beternak lele dengan sistem boster. Tidak memerlukan lahan yang banyak-banyak, dengan lahan yang terbatas Anda juga bisa berternak lele dengan maksimal. Untuk mendapatkan target produksi yang perlu Anda ketahui pada saat persiapan lahan awal adalah dengan melakukan perhitungan hasil produksi.

Dengan menggunakan budidaya lele sistem boster ini, Anda akan dapat memperoleh 1000 ekor untuk setiap kepadatan 1 m3 atau 1000 liter, atau jika kita konversi dengan berat maka diperoleh hasil kurang lebih 150kg.

Persiapan kolam

Untuk persiapan kolam, hal yang perlu dilakukan adalah pemilihan media kolam. Anda bisa memilih antara kolam terpal, kolam beton, atau kolam fiber. Nah, diantara tiga jenis kolam tersebut, untuk media kolam yang banyak dipakai dalam budidaya lele sistem boster adalah menggunakan kolam fiberglass.

Bagi Anda yang ingin berinvestasi khusus di media kolam fiberglass, terlebih dahulu menghitung mengenai modal investasi yang harus Anda keluarkan di awal. Sebagai informasi kasar, harga pasar kolam fiberglass berkisar antara 1,3jt s.d 2jt per meter kubik, tergantung dari besarnya volume dan ketebalan fiber itu sendiri.

Selanjutnya mengenai persiapan kolam, hal yang harus Anda lakukan adalah dengan melakukan pencucian awal kolam dengan menebarkan arang aktif yang kemudian dibilas kembali dengan sabun dan air. Hari berikutnya dilakukan pengapuran pada sekeliling dinding dan dasar kolam. Pengapuran tersebut dilakukan dengan menggunakan kuas.

Selanjutnya Anda bisa mengisi kolam dengan air bersih sesuai dengan tinggi bak. Rata-rata tinggi bak fiber adalah setinggi 70 cm (jika kolamnya tinggi 1m) s.d 100 cm (jika kolamnya tinggi 1,2m). Setelah Anda mengisi kolam dengan air bersih tersebut langkah selanjutnya adalah dengan memasukkan probiotik komponen boster seperti persiapan fermentasi dengan bahan dedak 0,5jg, planktop, aquaenzym, amino liquid yang diendapkan kurang lebih selama 2×24 jam. Setelah itu Anda bisa melakukan tebar fermentasi tersebut ke kolam pada jam 09 s.d 10 pagi. Hasilnya adalah perubahan warna air yang menjadi hijau. Jika air berubah menjadi hijau tersebut pertanda plankton tumbuh dengan baik.

Manajemen Pakan

Anda bisa menyiapkan pakan benih yang baik dan sehat. Dengan ukuran 4-6 cm berikan boster protec plus pada setiap kantong benih dengan dosis 1 sendok makan. Setelah itu lakukan aklimatisasi benih kemudian tebar. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada sore hari. Anda harus menyiapkan pelet yang sesuai dengan lebar dari mulut ikan. Jangan ikan kecil diberi pelet yang besar.

Setelah benih dimasukkan dalam kolam maka biarkan dalam waktu beberapa jam. Hal ini dilakukan dengan tujuan adaptasi bagi lingkungan baru oleh sang bibit. Setelah benih ikan terlihat lincah dan menyebar secara rata di kolam, maka yang selanjutnya Anda lakukan adalah dengan menyebarkan pakan pellet sedikit demi sedikit.

Manajemen pakan meliputi cara pemberian pakan maupun program pemberian pakan. Agar semua ikan bisa mendapatkan pakan sesuai dengan porsinya, maka pemberian pakan harus merata dan terkontrol. Ha ini juga dilakukan untuk menghindari pakan yang tidak termakan. Untuk program feeding sendiri disesuaikan dengan umur dan jumlah bio massa. Program feeding yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Usia 1 – 10 hari (makan sekenyang-kenyangnya)

Usia 10 – 30 hari, pakan diberikan sebanyak 5% dari total biomass

Usia 30 – 40 hari, diberikan pakan 6% dari total biomass

Usia 40 – panen, diberikan pakan sebesar 4% dari total biomass.

Adapun sampling ikan dilakukan mulai dari umur 10 hari, selanjutnya dilakukan berkala pada tiap minggunya. Hal ini dilakukan untuk memonitor pemberian pakan selama 1 minggu. Tingkat pemberian pakan sendiri dilakukan sebanyak 5 kali, yaitu pada saat pagi hari sebesar 15%, siang mulai pukul 11.00 yaitu 10%, sore pukul 16.00 sebesar 30%, dan malam jam 24.00 sebanyak 30%.

Pada kondisi panas terik di siang hari, hindari pemberian pakan dengan tujuan supaya lele tidak kembung dan menggantung. Karena ketika suhu panas, maka lele dapat dengan mudah terkena iritasi. Terutama pada mulut pada saat makan. Setiap pemberian pakan, harus dicampur dengan Grotop 2 gr/kg + Premix Aquavita / Vitaliquid 2 gr/kg + Amino Liquid 1/2 tutup/ kg pakan.

Masa Panen

Siapapun pasti sangat menanti-nanti masa panen dari hasil usaha yang sudah kita lakukan. Masa panen dalam budidaya lele sistem boster kurang lebih berkisar 3 bulan lamanya. Namun, hal yang menjadi keunggulan dari budidaya lele sistem boster adalah rasa gurih daging yang lebih gurih dan kenyal, dan mengurangi tingkat lembek pada daging.

Yang perlu Anda lakukan secara filosofis bagi bisnis apapun itu berlaku yaitu kesabaran dan ketelatenan. Sistem boster dibuat untuk menyempurnakan sistem budidaya lele yang sudah ada sebelumnya. Hal yang penting diperhatikan adalah cara Anda dalam merawat lele pada kegiatan operasional harian. Sabar adalah kunci utama.. 🙂

Budidaya Lele dengan Sistem Boster

bak fiber bulat sistem boster
Bak fiber bulat sistem boster

Salah satu komoditas perikanan yang paling populer di Indonesia adalah ikan lele! Ikan lele termasuk ke dalam kategori ikan dengan tingkat konsumsi tinggi. Mangutip bahasa dari para sarjana perlelean formal, tingkat permintaan ikan lele lebih besar dibandingkan dengan penawarannya itu sendiri. Melihat hal tersebut maka bagi kita yang dikaruniai akal sehat, ini merupakan peluang yang bagus untuk masuk ke dalam bisnis budidaya lele.

Dari segi pasar, ikan lele selalu dikonsumsi oleh manusia setiap harinya. Tidak hanya mencakup bisnis rumah makan, dan konsumsi rumah tangga, ikan lele saat ini juga sudah banyak memiliki varian produk olahan. Oleh sebab itu, menggeliatnya bisnis produk olahan berbasis lele ini dapat menjadi angin segar baru di industri hulu pertanian lele itu sendiri sebagai basis pendukung industri hilir.

Dahulu sudah dilakukan sistem pertanian plasma untuk berbagai macam hal salah satunya adalah peternakan lele. Dengan adanya kemajuan teknologi juga turut mendukung kemajuan di pertanian lele. Salah satu teknologi yang kian banyak diterapkan adalah budidaya ikan lele dengan sistem boster.

Untuk mendorong produksi lele ini, dibuat sistem boster yang salah satunya adalah dengan mensiasati jumlah lahan yang terbatas. Dengan areal lahan yang terbatas, saat ini Anda juga dapat memaksimalkan produksi lele Anda dengan menggunakan metode sistem boster. Hal ini bertujuan agar siapapun bisa turut serta berkontribusi untuk mengurangi gap kelangkaan lele sebagai akibat dari tingginya permintaan jika dibandingkan dengan jumlah penawaran yang ada.

Selain dari jumlahnya yang maksimal dan efektif, budidaya ikan lele dengan sistem boster ini juga menghasikan ikan lele yang berkualitas. Selain itu secara kemudahan operasionalnya juga dinilai lebih memudahkan petani lele jika dibandingkan dengan metode pertanian lele tradisional. Salah satunya adalah dapat menekan kebutuhan pakan, menjaga tingkat kesehatan dari ikan lele, menekan risiko gagal panen akibat cuaca, hama, dll, serta meningkatkan nilai keuntungan yang lebih baik bagi para peternak lele. Menarik bukan? Mau tau lebih lanjut tentang sistem boster? Yuk simak baik-baik artikel berikut ini.

Budidaya ikan lele dengan sistem boster

Budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem boster merupakan suatu metode baru dalam pertanian lele. Sistem boster ini dinilai sangat efektif karena dapat menghasilkan panen yang melimpah, serta hasil ikan pedaging yang berkualitas baik. Metode ini juga dirasa lebih memudahkan petani jika dibandingkan dengan metode budidaya ikan lele dengan menggunakan sistem konvensional. Beberapa kelebihan dari sistem boster ini antara lain adalah menekan kebutuhan pangan, menjaga kesehatan ikan lele, menekan risiko gagal panen dari berbagai hal seperti kondisi alam dan hama, dan memberikan keuntungan lebih bagi para pembudidaya ikan lele dengan sistem boster.

Berikut sarana dan prasarana manajemen budidaya ikan lele dengan metode budidaya sistem boster.

  • Membangun konstruksi kolam dengan sistem booster menggunakan kolam fiberglass.
  • Manajemen kualitas air dan dasar kolam.
  • Manajemen pakan, untuk memastikan pakannya berkualitas.
  • Manajemen kesehatan ikan lele, sekaligus pengendalian patogen.

 

Pengelolaan atau manajeman air pemeliharaan lele sistem boster

Air merupakan hal yang paling utama dalam setiap budidaya ikan. Pemilihan air dapat menjaga dan mendukung perkembangan ikan terutama dari segi kualitas pertumbuhan ikan. menjaga kebersihan kolam juga meerupakan salah satu kunci kesuksesan pada budidaya ikan lele. Sebagai analogi lucu yang bisa kita ambil, mana yang lebih bagus, wanita yang selalu melakukan perawatan atau wanita yang tidak terurus? Pastinya yang melakukan perawatan bukan? Secara otomatis, jika ikan lele tersebut terawat tentu ekosistem yang terdapat di dalam kolam juga akan terjaga dengan baik.

Adapun model konstruksi kolam dapat dibuat dengan menggunakan sistem pengeringan tengah atau yang dikenal dengan istilan central drain. Hal ini dibuat dengan tujuan mempermudah pembuangan air pada saat pengurasan. Berbeda dengan sistem bioflock, bahan organik justru dimanfaatkan sebagai suspensi sehingga tidak dibuang. Oleh karena tidak dibuang tersebut maka harus memerlukan penambahan alat berupa aerator dan penyuplai unsur karbon seperti molase.

Dengan sistem boster ini, peternak diharuskan untuk membuang kotoran dalam periode yang rutin. Anda bisa menggunakan fisika sederhana mengenai konsep bejana berhubungan yang dapat dilakukan dalam sistem pembuangan pada saat pengurasan kolam. Cukup dengan membuka jalur pipa yang ada di luar kolam, maka secara otomatis air akan turun menuju titik yang lebih rendah, yaitu pada lubang pembuangan tengah (central drain). Dalam manajemen pembuangan kotoran Anda tidak diharuskan untuk melakukan pengurasan besar-besaran. Anda cukup membuan beberapa kubik air dengan tujuan sekedar membuang kotoran saja.

 

Manajemen pakan

Salah satu kelebihan dari budidaya ikan lele dengan sistem boster adalah dapat menekan kebutuhan pangan ikan. Dalam pemberian pakan bisa diterapkan prinsip adlibitum. Yaitu pemberian pakan agar pakan tersebut selalu tersedia di dalam kolam.Kita membuat suasana dalam media kolam boster tersebut seperti halnya di alam, Anda harus dapat mengatur frekuensi pemberian pakan yang pas sekaligus dengan tambahan multivitamin dan suplemen boster untuk mempermudah ikan lele dalam mencerna makanan.

Selain dari pakan, peternak juga meningkatkan sistem antibodi ikan lele. Tujuannya adalah agar ikan tidak mudah terserang penyakit. Dari situ ikan lele dapat tumbuh dengan maksimal, dan dengan kualitas yang bagus.Pengaruh manajemen pakan sangat besar bagi perkembangan ikan lele tersebut. Dengan demikian diharapkan Anda dapat memaksimalkan hasil panen.

 

Manajemen kesehatan ikan

Mengelola binatang sama dengan mengelola makhluk hidup lainnya. Ada kalanya sehat bugar, ada kalanya sakit meringkuk. Kesehatan ikan lele juga harus selalu dikontrol. Ikan lele yang sehat menghasilkan kualitas daging yang baik. Dengan kualitas daging yang baik tersebut nilai juga ikan lele pun akan meningkat.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengelola kesehatan ikan lele antara lain adalah pemantauan mengenai dominasi probiotik dan patogen. Hal ini dapat dilakukan dengan cara membuang kotoran secara teratur sebagaimana yang telah kita bahas sebelumnya. Serta menggunakan antiseptik agar air lebih steril dan menebarkan probiotik keesokan harinya.

Selain itu, Anda harus menjaga kondisi keasaman air atau yang disebut dengan istilah pH air. Sebaiknya pH air tidak berubah-ubah dengan fluktuatif. Saat lingkungan berada dalam kondisi ekstrem seperti hujan lebat, pemberian vitamin C dan immunostimulan sangat dianjurkan.

Hal tersebut diatas adalah beberapa faktor penting jika Anda ingin melakukan buddiaya ikan lele dengan mengaplikasikan sistem boster.

Bagi Anda yang membutuhkan media kolam fiber untuk budidaya sistem boster, bisa menghubungi DFP-Bak Fiber pada kontak 021-29259585 / 021-29259584 / 08118408787. Anda juga dapat memesan melalui website kami di www.dfp-bakfiber.com.