Resiko Budidaya Lele dan Cara Mengatasi




Resiko Budidaya Lele dan Cara Mengatasi

A.                Resiko atau Hambatan




 Resiko yang sudah dipertimbangkan dalam memulai dan mengembangkan usaha ini adalah :

1. Faktor Internal

·      Hama penyakit yang ada ketika Budidaya berlangsung.

·      Kanibalisme

2. Faktor External

·      Maling ( Dari luar lingkungan dan dari dalam (Pekerja))

·      Kecemburuan Masyarakat

·      Banjir

 

A1.   Resiko dan penanggulangannya

1.      Banjir  menjadi  ancaman  besar  terhadap  segala  jenis  Penampungan dan Kolam Pemeliharaan  tidak  terkecuali  lele.  Untuk itu  sudah  jelas pastilah kami mencari lahan yang aman dari banjir.

 

2.      Hama seperti burung dan kodok menjadi penting untuk Segmen Produksi bibit di khawatirkan karena dapat menurunkan jumlah produksi Bibit. Hama seperti linsang, ular, sero, musang air dan burung penting untuk segmen pembesaran. Untuk  itu  kami  menanggulanginya  dari  membuat  pagar  atau  pemasangan  waring disekeliling kolam hingga  mengadakan jebakan guna mengurangi jumlah kerugian yang dihasilkan karena kemungkinan terserang oleh hama ini.

 

budidaya lele sistem boster
bak fiber bulat untuk kolam boster

 

3.      Penyakit  juga  biasa  meyerang  perikanan.  Untuk  itu  kami  menganggap  penting  untuk  menganalisis kualitas  air  dan  kemungkinan  tumbuhnya  penyakit  dikarenakan  adanya  bibit2  penyakit,  juga persiapan kolam yang matang menjadi salah satu faktor penekanan terhadap penyerangan penyakit. Untuk itu kami menggunakan produk Boster infrofoxs-25 atau cara traditional yg pernah kami aplikasikan untuk meminimalisir penyakit. Berikut berbagai macam penyakit dalam budidaya serta penanggulangannya :

  • Penyakit bintik putih (white spot), penyebabnya adalah protozoa. Penyakit ini menyerang hampir semua jenis ikan air tawar. Pada ikan lele banyak menyerang benih. Bintik-bintik putih tumbuh pada permukaan kulit dan insang. Bila terkena ikan akan mengosok-gosokkan badannya ke dinding atau dasar kolam. Peyakit ikan lele ini dipicu oleh kualitas air yang buruk, suhu air terlalu dingin dan kepadatan tebar ikan yang tinggi. Untuk mencegah agar ikan tidak terkena white spot, pertahankan suhu air pada kisaran 28oC dan gunakan air yang baik kualitasnya. Pengobatan untuk jenis penyakit ikan lele ini antara lain dengan cara merendam ikan dalam larutan boster infrofoxs atau cairan formalin 25 cc per meter kubik selama 24 jam. Pada ikan lele yang sudah besar, penyakit ini juga bisa dihilangkan dengan memindahkan ikan ke kolam dengan suhu 28oC.
  • Penyakit gatal (Trichodiniasis) disebabkan oleh protozoa jenis Trichodina sp. Gejala penyakit ikan lele Trichodiniasis adalah ikan terlihat lemas, warna tubuh kusam dan sering menggosok-gosokan badannya ke dinding dan dasar kolam. Penyakit ikan lele ini menular karena kontak langsung dan juga lewat perantara air. Kepadatan ikan yang terlalu tinggi dan kekurangan oksigen disinyalir memicu perkembangannya. Penyakit ikan lele ini bisa dicegah dengan mengatur kepadatan tebar dan menjaga kualitas air. Penyakit ini bisa dihilangkan dengan merendam ikan dalam larutan Boster Infrofoxs-25, larutan garam atau formalin selama 12-24 jam.
  • bak fiberglass ukuran persegi panjang
    bak fiberglass ukuran persegi panjang
  • Serangan bakteri Aeromonas hydrophila. Penyakit ikan lele yang ditimbulkan bakter ini menyebabkan perut ikan menggembung berisi cairan getah bening, terjadi pembengkakan pada pangkal sirip dan luka-luka disekujur tubuh ikan. Faktor pemicu penyakit ikan lele ini adalah penumpukan sisa pakan yang membusuk di dasar kolam. Untuk mencegahnya, upayakan pemberian pakan yang lebih tepat dan pertahankan suhu air 28oC. Pengobatan yang paling umum pada ikan benih adalah pemberian antibiotik Infrofoxs-25. Caranya dengan mencampurkan Infrofoxs-25 dengan pakan, takarannya 50 mg per kg pakan. Berikan selama 3-5 hari. Apabila penyakit ikan lele ini menyerang kolam pembesaran, gantilah air kolam dua kali sehari. Pada saat penggantian air, tambahkan garam dapur dengan takaran 100-200 gram per meter kubik.
  • Penyakit Cotton wall disease, Bakteri ini menyerang organ dalam seperti insang. Gejala yang ditimbulkannya adalah terjadi luka atau lecet-lecet pada permukaan tubuh, ada lapisan putih atau bintik putih, gerakan renang lambat dan ikan banyak mengambang. Faktor pemicunya adalah pembusukan sisa pakan didasar kolam dan suhu air yang naik terlalu tinggi. Pencegahannya dengan mengontrol pemberian pakan dan mempertahankan suhu air pada 28oC. Utuk mengobati penyakit ikan lele adalah dengan memberikan boster infrofoxs-25 50 mg per kg pakan yang diberikan 3-5 hari.
  • Penyakit karena serangan Channel catfish virus (CCV). Virus ini tergolong kedalam virus herpes. Ikan yang terinfeksi tampak lemah, berenang berputar-putar, sering tegak vertikal di permukaan, dan pendarahan dibagian sirip dan perut. Faktor pemicu penyakit ikan lele ini adalah fluktuasi suhu air, penurunan kualitas air dan kepadatan tebar yang tinggi. Untuk mencegah serangan virus ini adalah dengan cara memperbaiki manajemen budidaya, menjaga kebersihan kolam dan pemberian pakan yang berkualitas. Pengobatan ikan yang telah terinfeksi jenis virus ini belum diketahui. Namun penyakit ikan lele ini bisa pulih dengan meningkatkan kebersihan kolam seperti mengganti air kolam hingga ikan terlihat pulih.

Selain penyakit ikan lele di atas, terdapat juga sejumlah penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi melainkan disebabkan oleh kondisi lingkungan, seperti keracunan dan lain sebagainya. Berikut beberapa penyakit non-infeksi yang penting diketahui dalam beternak lele:

  • Penyakit kuning (Jaundice), penyakit ini akibat dari kesalahan nutrisi pakan. Penyebabnya antara lain kualitas pakan yang buruk, seperti telah kadaluarsa atau pakan disimpan di tempat lembab sehingga pakan rusak. Beberapa keterangan mengatakan jaundice bisa disebabkan oleh pemberian jeroan atau ikan rucah secara kontinyu. Keterangan lain mengatakan seranganjaundice bisa datang apabila dalam air kolam banyak terdapat alga merah.
  • Pecah usus atau Reptured Intestine Syndrom (RIS). Penyakit ikan lele ini terlihat dari gejalanya yang khas yaitu pecahnya usus. Penyebabnya adalah pemberian pakan yang berlebihan. Ikan lele merupakan ikan yang rakus, berapapun pakan yang kita berikan akan disantapnya sehingga akan memecahkan usus bagian tengah atau belakang. Untuk menghindarinya, lakukan pengaturan pemberian pakan yang efektif. Kebutuhan pakan ikan lele per hari adalah 3-5% dari berat tubuhnya dan harus diberikan secara bertahap, pagi, sore atau malam hari.
  • Kekurangan vitamin, kasus kekurangan vitamin yang paling sering pada ikan lele adalah kekurangan vitamin C. Kekurangan vitamin ini akan mengakibatkan tubuh ikan bengkok dan tulang kepala retak-retak. Karena itu kami memakai Boster Vitaliquid.
  • Penyakit keracunan, penyakit ini ditimbulkan karena faktor lingkungan seperti air yang tercemar pestisida, atau akibat kimia industri lainnya. Untuk menanggulanginnya, usahakan penggantian air kolam minimal sebanyak 20% setiap dua kali sehari.

4.  Maling  biasanya  menjadi  ulah  orang  dari  luar  lingkungan  usaha  dan   bisa  juga  orang  dari  dalam (Karyawan)  untuk  itu  kami  menanggulangi  dengan  pemasangan kamera CCTV  disekitar  lingkungan  Kolam dan untuk karyawan sering bermain pada Segmen Konsumsi dan Bibit, untuk itu kami mempunyai peraturan dan tata tertib yang tegas dan terorganisir untuk mencegah pelanggaran orang dalam.

5.  Kecemburuan  masyarakat  bisa  ditanggulangi  dengan  memberdayakan  masyarakat  sekitar  untuk bersama-sama  membudidayakan  Ikan  lele  yang  segala  macam  kebutuhannya  bisa  disediakan  oleh perusahaan dan membuat sistem plasma untuk masyarakat.




Dayana Fish Pond

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *