Teknik Pembesaran Lele Sistem Boster




bak fiber bulat lele boster
bak fiber bulat lele boster

Bagi Anda yang ingin berbisnis pembesaran lele yang tidak memiliki lahan luas, tidak usah khawatir dan berputus asa. Saat ini Anda dapat mengaplikasikan budidaya lele sistem boster. Dengan lahan yang sempit, Anda dapat memperoleh hasil yang maksimal dengan sistem tebar padat lele boster.

Berikut ini merupakan ulasan mengenai teknik pembesaran lele sistem boster yang secara garis besar dirangkum dalam 4 hal berikut ini:




  1. Persiapan lahan
  2. Persiapan kolam
  3. Manajemen pakan
  4. Panen

Masa persiapan lahan

Tentunya lahan merupakan hal utama yang harus dipersiapkan apabila kita ingin beternak lele dengan sistem boster. Tidak memerlukan lahan yang banyak-banyak, dengan lahan yang terbatas Anda juga bisa berternak lele dengan maksimal. Untuk mendapatkan target produksi yang perlu Anda ketahui pada saat persiapan lahan awal adalah dengan melakukan perhitungan hasil produksi.

Dengan menggunakan budidaya lele sistem boster ini, Anda akan dapat memperoleh 1000 ekor untuk setiap kepadatan 1 m3 atau 1000 liter, atau jika kita konversi dengan berat maka diperoleh hasil kurang lebih 150kg.

Persiapan kolam

Untuk persiapan kolam, hal yang perlu dilakukan adalah pemilihan media kolam. Anda bisa memilih antara kolam terpal, kolam beton, atau kolam fiber. Nah, diantara tiga jenis kolam tersebut, untuk media kolam yang banyak dipakai dalam budidaya lele sistem boster adalah menggunakan kolam fiberglass.

Bagi Anda yang ingin berinvestasi khusus di media kolam fiberglass, terlebih dahulu menghitung mengenai modal investasi yang harus Anda keluarkan di awal. Sebagai informasi kasar, harga pasar kolam fiberglass berkisar antara 1,3jt s.d 2jt per meter kubik, tergantung dari besarnya volume dan ketebalan fiber itu sendiri.

Selanjutnya mengenai persiapan kolam, hal yang harus Anda lakukan adalah dengan melakukan pencucian awal kolam dengan menebarkan arang aktif yang kemudian dibilas kembali dengan sabun dan air. Hari berikutnya dilakukan pengapuran pada sekeliling dinding dan dasar kolam. Pengapuran tersebut dilakukan dengan menggunakan kuas.

Selanjutnya Anda bisa mengisi kolam dengan air bersih sesuai dengan tinggi bak. Rata-rata tinggi bak fiber adalah setinggi 70 cm (jika kolamnya tinggi 1m) s.d 100 cm (jika kolamnya tinggi 1,2m). Setelah Anda mengisi kolam dengan air bersih tersebut langkah selanjutnya adalah dengan memasukkan probiotik komponen boster seperti persiapan fermentasi dengan bahan dedak 0,5jg, planktop, aquaenzym, amino liquid yang diendapkan kurang lebih selama 2×24 jam. Setelah itu Anda bisa melakukan tebar fermentasi tersebut ke kolam pada jam 09 s.d 10 pagi. Hasilnya adalah perubahan warna air yang menjadi hijau. Jika air berubah menjadi hijau tersebut pertanda plankton tumbuh dengan baik.

Manajemen Pakan

Anda bisa menyiapkan pakan benih yang baik dan sehat. Dengan ukuran 4-6 cm berikan boster protec plus pada setiap kantong benih dengan dosis 1 sendok makan. Setelah itu lakukan aklimatisasi benih kemudian tebar. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada sore hari. Anda harus menyiapkan pelet yang sesuai dengan lebar dari mulut ikan. Jangan ikan kecil diberi pelet yang besar.

Setelah benih dimasukkan dalam kolam maka biarkan dalam waktu beberapa jam. Hal ini dilakukan dengan tujuan adaptasi bagi lingkungan baru oleh sang bibit. Setelah benih ikan terlihat lincah dan menyebar secara rata di kolam, maka yang selanjutnya Anda lakukan adalah dengan menyebarkan pakan pellet sedikit demi sedikit.

Manajemen pakan meliputi cara pemberian pakan maupun program pemberian pakan. Agar semua ikan bisa mendapatkan pakan sesuai dengan porsinya, maka pemberian pakan harus merata dan terkontrol. Ha ini juga dilakukan untuk menghindari pakan yang tidak termakan. Untuk program feeding sendiri disesuaikan dengan umur dan jumlah bio massa. Program feeding yang dimaksud adalah sebagai berikut:

Usia 1 – 10 hari (makan sekenyang-kenyangnya)

Usia 10 – 30 hari, pakan diberikan sebanyak 5% dari total biomass

Usia 30 – 40 hari, diberikan pakan 6% dari total biomass

Usia 40 – panen, diberikan pakan sebesar 4% dari total biomass.

Adapun sampling ikan dilakukan mulai dari umur 10 hari, selanjutnya dilakukan berkala pada tiap minggunya. Hal ini dilakukan untuk memonitor pemberian pakan selama 1 minggu. Tingkat pemberian pakan sendiri dilakukan sebanyak 5 kali, yaitu pada saat pagi hari sebesar 15%, siang mulai pukul 11.00 yaitu 10%, sore pukul 16.00 sebesar 30%, dan malam jam 24.00 sebanyak 30%.

Pada kondisi panas terik di siang hari, hindari pemberian pakan dengan tujuan supaya lele tidak kembung dan menggantung. Karena ketika suhu panas, maka lele dapat dengan mudah terkena iritasi. Terutama pada mulut pada saat makan. Setiap pemberian pakan, harus dicampur dengan Grotop 2 gr/kg + Premix Aquavita / Vitaliquid 2 gr/kg + Amino Liquid 1/2 tutup/ kg pakan.

Masa Panen

Siapapun pasti sangat menanti-nanti masa panen dari hasil usaha yang sudah kita lakukan. Masa panen dalam budidaya lele sistem boster kurang lebih berkisar 3 bulan lamanya. Namun, hal yang menjadi keunggulan dari budidaya lele sistem boster adalah rasa gurih daging yang lebih gurih dan kenyal, dan mengurangi tingkat lembek pada daging.

Yang perlu Anda lakukan secara filosofis bagi bisnis apapun itu berlaku yaitu kesabaran dan ketelatenan. Sistem boster dibuat untuk menyempurnakan sistem budidaya lele yang sudah ada sebelumnya. Hal yang penting diperhatikan adalah cara Anda dalam merawat lele pada kegiatan operasional harian. Sabar adalah kunci utama.. 🙂




Dayana Fish Pond

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *